Segala puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, atas Naungan Rahmat dan Hidayah-Nya yang senantiasa menaungi perjalanan hidup kita, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang mulia yang tiada nabi setelahnya, Yakni junjungan alam Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan atas keluarga beserta para sahabatnya hingga pengikutnya sampai akhir jaman. Amma ba’du.

Thursday, April 14, 2016

DO’A



       DO’A adalah meminta, atau memohon kepada Alloh dengan segala apa yang menjadi keinginan manusia sebagai makhluk yang selalu memiliki hajat.
Seluruh makhluk berhajat kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  dan membutuhkan apa yang ada di sisi- Nya, sedang Alloh Subhannahu wa Ta’ala  Maha Kaya tidak memerlu  -kan mereka.
 Alloh Subhannahu wa Ta’ala  telah mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berdo'a. 

Alloh Subhannahu wa Ta’ala   berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Al-Mu`min: 60)
maksudnya: dari berdo'a kepada-Ku. Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda "Siapa tidak memohon kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  , maka Alloh Subhannahu wa Ta’ala  akan marah kepadanya." (H.R Ibnu Majah)

Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)

Alloh Subhannahu wa Ta’ala  senang dengan permintaan hamba kepada-Nya, dan mencintai mereka yang terus menerus meminta-Nya, serta mendekatkan mereka kepada-Nya.
Para sahabat Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam telah menghayati hal ini, maka tak seorang pun dari mereka meremehkan sesuatu untuk memohon kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  , dan mereka tidak menengadahkan permintaan mereka kepada seorangpun dari makhluk-Nya. Ini dikarenakan kecintaan dan kedekatan mereka kepada Rabb mereka, dan karena kedekatan Alloh Subhannahu wa Ta’ala  kepada mereka, sebagai pengamalan firman-Nya:

 "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat." (QS. Al-Baqarah: 186)
Do'a ada dua macam:

 1) DO’A Ibadah, seperti shalat dan puasa.
2)  Do'a permintaan & permohonan.

Manakah Amalan Yang Lebih Utama
Apakah membaca al-Qur'an yang lebih utama, ataukah berdzikir? Atau berdo'a dan memohon (kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  )? Secara umum, membaca Al-Qur`an adalah amalan yang paling utama, kemudian dzikir dan pujian, kemudian do'a dan permohonan. Namun terkadang amalan yang tidak begitu utama, dalam kondisi tertentu menjadi lebih utama dari amalan yang diutamakan. Contohnya: berdo'a pada hari Arafah lebih utama daripada membaca Al-Qur`an, dan menyibukkan diri dengan membaca dzikir yang ada tuntunannya (dari Nabi) setelah shalat fardhu lebih utama daripada membaca Al-Qur`an.

Sebab-sebab Terkabulnya Do'a:
Ada yang bersifat zhahir, ada pula yang bersifat batin.

Sebab-sebab zhahir:
Didahului dengan amalan-amalan shalih, seperti: sedekah, wudhu, shalat, menghadap ke kiblat, mengangkat kedua tangan, memuji Alloh Subhannahu wa Ta’ala  , berdo'a dengan menggunakan asma dan sifat Alloh Subhannahu wa Ta’ala   yang sesuai dengan do'a yang dipanjatkan. Jika berdo'a memohon surga, hendaknya berdo'a dengan memohon kebaikan dan rahmat-Nya, dan jika mendo'akan orang yang zalim agar celaka – misalnya- maka janganlah menggunakan asma Alloh Subhannahu wa Ta’ala  Ar-Rahman atau Al-Karim, tetapi menggunakan Al-Jabbar, Al-Qahhar . Di antara sebab terkabulnya do'a, bershalawat kepada Nabi  pada permulaan, pertengahan dan akhir do'a, mengakui segala dosa yang telah diperbuat, bersyukur kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala   atas segala nikmat-Nya, dan memanfaatkan waktu-waktu khusus yang memiliki keutamaan terkabulnya do'a pada saat tersebut. Waktu-waktu khusus ini banyak sekali, di antaranya: Pada setiap hari dan malam, yaitu sepertiga malam terakhir ketika Alloh Subhannahu wa Ta’ala   turun ke langit dunia, antara adzan dan iqamah, setelah wudhu, pada waktu sujud, sebelum salam dalam shalat, setelah selesai shalat fardhu, ketika khatam Al-Qur`an, ketika mendengar ayam berkokok, ketika dalam perjalanan, do'a orang yang terzhalimi, do'a orang yang dalam kesulitan, do'a seorang ayah untuk anaknya, do'a seorang mu'min untuk saudaranya yang mu'min tanpa sepengetahuannya, ketika menghadapi musuh di medan perang. Pada setiap pekan: hari Jum'at, terutama pada saat-saat terakhirnya. Pada bulan-bulan tertentu: bulan Ramadhan di saat berbuka dan sahur, malam Lailatul Qadar, dan hari Arafah. Pada tempat-tempat yang mulia: di semua masjid, di Ka'bah terutama di Multazam, di maqam Ibrahim a'laihissalam, di atas Shafa dan Marwah, di Arafah, Muzdalifah dan Mina pada musim haji, ketika minum air zam-zam dll.

Sebab-sebab batin:
Sebelum berDO’A: dengan mendahulukan taubat yang benar, mengembalikan hak-hak orang, memperbaiki makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal, hendaknya dari usaha yang halal, memperbanyak ketaatan, menjauhi hal-hal yang diharamkan, menjaga diri dari perkara syubhat dan syahwat, Ketika berDO’A:
Menghadirkan hati, harapan yang kuat, berserah diri kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  , merendahkan diri di haribaan-Nya, terus menerus meminta, menyerahkan segala urusan kepada- Nya, dan tidak berpaling sedikitpun kepada selain-Nya dan yakin akan terkabulnya DO’A.

Hal-hal yang menghalangi terkabulnya do'a:

Terkadang manusia berdo'a namun tidak dikabulkan, atau ditunda pengabulan do'anya. Hal ini disebabkan beberapa hal, di antaranya:

Mempersekutukan Alloh Subhannahu wa Ta’ala   dalam berdo'a.
Terlalu merinci dalam berdo'a, seperti meminta perlindungan dari panasnya, sempitnya, dan gelapnya api (neraka) jahannam, padahal semua itu cukup dengan hanya memohon perlindungan dari api neraka saja.
Seorang muslim mendo'akan celaka terhadap dirinya atau orang lain secara zhalim.
Do'a yang mengandung dosa dan bermaksud untuk memutuskan silaturahmi.
 Menggantungkan do'a dengan kehendak, seperti ucapan, "Ya Alloh, ampunilah aku jika Engkau berkehendak", dan sebagainya.
Tergesa-gesa minta dikabulkan do'a, dengan berDO’A : : "Aku telah berdo'a tetapi belum juga dikabulkan.
Istihsar (merasa bosan dan letih), yakni tidak berdo'a karena merasa letih dan bosan. Berdo'a dengan hati yang lalai.
Tidak bertata-krama ketika berdo'a kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala  . Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam  mendengar seseorang berdo'a dalam shalatnya dengan tidak bershalawat dahulu kepada beliau, maka beliau berkata, "Orang ini telah tergesa-gesa dalam berdo'a".

Kemudian beliau memanggilnya lalu bersabda kepadanya atau kepada para sahabat lainnya
 "Jika salah seorang dari kalian berDO’A, maka hendaknya ia mulai dengan memuji Alloh Subhannahu wa Ta’ala  ,
kemudian bershalawat kepada Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam, setelah itu berDO’A dengan apa yang diinginkannya." (HR. At-Tirmidzi) 
Berdo'a meminta sesuatu yang urusannya sudah selesai, seperti meminta hidup kekal di dunia  BerDO’A dengan kata-kata bersajak yang di buat-buat. Alloh Subhannahu wa Ta’ala  berfirman:
 BerDO’Alah kepada Rabbmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (Al-A'raf: 55)
Ibnu Abbas berkata:
"Perhatikan do'a yang bersajak, maka jauhilah. Sesungguhnya aku mengetahui Rasulullah dan para sahabatnya tidak melakukan hal itu, maksudnya: mereka dalam berdo'a tidak menggunakan kata-kata yang bersajak." (HR. Bukhari)
Bersuara keras dalam berdo'a. Alloh Subhannahu wa Ta’ala   berfirman
"Dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula
merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (QS. Al-Israa': 110)
Aisyahberkata : "Ayat ini diturunkan dalam (masalah) DO’A."

Seseorang yang berdo'a disunatkan secara tertib melakukan hal-hal berikut:
1)  Berdzikir ,Bertahmid dan memuji Alloh Subhannahu wa Ta’ala  .
2) Bershalawat kepada Nabi.
3) Bertaubat dan mengakui bahwa ia berdosa.
4) Bersyukur kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala   atas segala nikmat-Nya.
5) Memulai berdo'a dan berusaha membaca do'a-do'a yang lengkap dan yang diajarkan
oleh Rasulullah  dan salaf.
 6) Mengakhiri do'a dengan bershalawat kepada Nabi.

Contoh bacaan Dzikir :
3x
أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ اَلَّذِ يْ لَا إِلَهَ إِلاَّ هُوَالْحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُوا اِلَيْهِ تَوْبَةًعَبْدِالظَّا لِمِيْنَ  لَايَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًا وَّلَانَفْعًا وَّلَامَوْتًا وَّلَاحَيَاةًوَّلَانُشُوْرًا
Astaghfirullohal'azhiim, Alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum wa atuubuu ilaih taubatan 'abdidhdholimiin laa yamliku linafsihi zhorowwanaf'aw walaa maut, walaa hayyataw walaa nusyuuro .... 3x

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ اْلعَظِيْمِ لَايَغْفِرُالذُّ نُوْبَ اِلَّااَنْتَ فَاغْفِرْلَنَا مَغْفِرَتً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنَااِنَّكَ اَنْتَ اْلغَفُوْرُالرَّحِيْم
Astagfirullohal ‘azhiim mingkulli dzanbil ‘adhiim la yaghfirudzdzunuuba illaa anta faghfirlanaa maghfirotan min ‘indik warhamnaa innaka antal ghofuurur Rohiim
يَا اللهُ يَاكَرِيْم يَافَتَّاحُ يَاعَلِيْمَ اِفْتَحْ قُلُوْبَنَافُتُحَ اْلعَرِفِنَا اِغْفِرْلَنَا ذُنُوبَنَا يَسِرْلَنَا اُمُوْرَنَا اُمُوْرَالدِّينِ وَالدُّنْيَا يَالله رَبَّ اْلَبرَايَاء
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُاِلله وَلَا اِلَهَ اِلَا اللهُ وَاللهَ اَكْبَرْ

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More