Segala puji bagi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, atas Naungan Rahmat dan Hidayah-Nya yang senantiasa menaungi perjalanan hidup kita, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang mulia yang tiada nabi setelahnya, Yakni junjungan alam Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan atas keluarga beserta para sahabatnya hingga pengikutnya sampai akhir jaman. Amma ba’du.

Thursday, April 14, 2016

Bab Idgham



2.     IDGHAM
Hukum bacaan nun sukun ( nun mati ) dan tanwin bertemu dengan 6 huruf  Idgham
Idgham menurut bahasa adalah:                                       اِذْخَالُ الشَّيْئِ فىِالشَّيْئِ
Definisi :
Memasukkan satu perkara pada perkara yang lain.
Sedangkang menurut istilah adalah :
اِدْخَالُ حَرْفٍ سَاكِنٍ بِحَرْفٍ مُتَحَرِّكٍ بِحَيْثُ يَصِيْرَانِ حَرْفًا وَاحِدًامُشَدَّدًايَرْتَفِعُ اللِّسَانُ عَنْهُ
اِرْتِفَاعَةًوَاحِدَةًمَعَ مُرَاعَةِالْغُنَّةِ عِنْدَاْلاِدْغَامِ بِغُنَّةٍوَمَعَ عَدَمِ
17
 
مُرَاعَتِهَاعِنْدَاْلاِدْغَامِ بِلاَغُنَّةٍ
Memasukan huruf mati pada satu huruf yang hidup atau huruf yang dibarisan jadi huruf yang dua menjadi satu huruf  bersabdu

Kaidah :
Membacanya sambil ditasydidan,lidahnya diangkatkan sekaligus keatas sambil ngaraksa gunnah nun dari idgham ma’al gunnah,dan tidak perlu ngaraksa gunnah nun dari idgham bila gunnah.
Huruf
 Idgham semuanya ada enam (6) yang dikumpulkan pada lafadz
(ن, و, ل,م, ر, ي)     -----------      يَرْ مَلُوْنَ
Menurut syehk Sulaiman al-jamjuri dalam kitab tuhfatul athfal.
وَالثَّانِ اِدْغَامٌ بِسِتَّةٍاَتَتْ فىِيَرْمَلُوْنَ عِنْدَهُمْ قَدْثَبَتَتْ
Keduanya harus idgham pada enam (6) pada lafadz yarmaluna sudah tetap Idgham terbagi dua bagian.


1.    Idgham Ma’al Gunnah,

Yaitu membacanya nun mati dan tanwin jika bertemu dengan Ya', Nun, Mim dan Wau  harus dimasukan pada huruf idgham, sambil memanjangkan suara dari puhu lubang hidung ( harus menggunakan Gunnah dengan memasukkan serta mendengung).

Huruf Idgham Ma’al Gunnah Semuanya ada empat (4) Yaitu :
Yang dikumpilkan pada lafadz:                                      و,م, ن, ي ---baca-- يَنْمُوْ 
Bagaimana keterangannya idgham terbagi dua bagian ? menurut penjelasan syehk Sulaiman al-jamjuri dalam kitab tuhfatul .

لَكِنَّهَاقِسْمَانِ قِسْمٌ يُدْغَمَا فِيْهِ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْعُلِمًا
Tapi yang enam terbagi dua bagian Idgham Ma’al Gunnah Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU)  Sebagian.
Yang dimaksud Gunnah adalah :  Memanjangkan suara dari puhu lubang hidung.
Apakah setiap Nun Mati dan tanwin Saat menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU)  itu harus idgham dan menggunakan Gunnah?

Contoh nun mati/
tanwin bertemu huruf ya            :
ƒ  
Contoh nun mati/
tanwin bertemu huruf nun         :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ
Contoh nun mati /
tanwin bertemu huruf mim         :
فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
Contoh nun mati/
tanwin bertemu huruf wau        :
غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Tafsilnya :
Saat tanwin menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU) itu harus idgham dan menggunakan gunnah Sedangkan untuk nun mati menghadapi YANMU itu tafsil lagi.

Nun mati menghadapi YANMU pada satu kalimah, terbagi dua bagian.
1.   Wajib Idhar.
2.   Wajib Idgham.
Yang wajib idhar itu bilamana Nun Mati menghadapi YA atau WAU pada satu kalimah, seperti di jelakan sebelumnya pada bab idhar, bahwa kata berikut sebagai pengecualian dari Idghom yang harus dibaca Idhar Mutlaq, contonya seperti lafadz                                                                                                       دُنْيَا      صِنْوَانٍ

 
Sebabnya wajib idhar adalah karena takut tertukar dengan huruf mudlo’af.
اِلاَّ اِذَاكَانَ بِكِلْمَةٍ فَلاَ تُدْغِمْ كَدُنْيَا ثُمَّ صِنْوَانٍ تَلاَ
Kecuali kalau nun mati tengah kalimah seperti "dunya" dan "sinwanin"  jangan idgham.
Yang wajib idgham adalah bilamana nun mati menghadapi MIM dan NUN pada satu kalimah itu wajib idgham serta Gunnah,  sedangkan nun mati menghadapi menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau,  pada dua kalimah itu wajib idgham serta menggunakan Gunnah.

2.       Idgham Bila Gunnah :

Membacanya nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf Ra' dan Lam harus dimasukan pada Huruf idgham, serta tidak diperbolehkan memanjangkan suara dari puhu lubang hidung, tegasnya tanpa mendengung. syarat di dalam dua kalimah, dibaca secara Idgham Bighunnah atau Ma'al Ghunnah kecuali pada dua tempat.
Idgham Bila Gunnah adalah : Bi=dengan, Laa= Tidak,  Ghunnah = Memasukkan, maka bisa di jabarkan dengan arti memasukkan dengan tidak mendengung.  Huruf  yaitu : LAM  ( ل  )  dan RA (ر   )
 وَالثَّانِ اِدْغَامٌ بِغَيْرِغُنَّةِ فىِاللاَّمِ وَالرَّثُمَّ كَرِّرَنَّهْ
Keduanya Idgham tidak menggunakan gunnah pada LAM dan RA
contoh                             :   مَنْ لـَّـمْ                      man lam di baca mallam
            مِنْ رَبِّهِيْمَ                   min robbihim di baca mirobbihim
Membacanya di idghom tanpa dengan mendengung dan tidak perlu menahan huruf tasjid tersebut
مِنْ رَبِّهِمْ   فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ

ب

 

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More