2. IDGHAM
Hukum bacaan nun sukun ( nun mati ) dan tanwin bertemu dengan 6
huruf Idgham
Idgham menurut bahasa adalah: اِذْخَالُ الشَّيْئِ فىِالشَّيْئِ
Definisi :
Definisi :
Memasukkan
satu perkara pada perkara yang lain.
Sedangkang menurut istilah adalah :
Sedangkang menurut istilah adalah :
اِدْخَالُ حَرْفٍ
سَاكِنٍ بِحَرْفٍ مُتَحَرِّكٍ بِحَيْثُ يَصِيْرَانِ حَرْفًا
وَاحِدًامُشَدَّدًايَرْتَفِعُ اللِّسَانُ عَنْهُ
اِرْتِفَاعَةًوَاحِدَةًمَعَ مُرَاعَةِالْغُنَّةِ عِنْدَاْلاِدْغَامِ بِغُنَّةٍوَمَعَ عَدَمِ
اِرْتِفَاعَةًوَاحِدَةًمَعَ مُرَاعَةِالْغُنَّةِ عِنْدَاْلاِدْغَامِ بِغُنَّةٍوَمَعَ عَدَمِ
17
|
مُرَاعَتِهَاعِنْدَاْلاِدْغَامِ
بِلاَغُنَّةٍ
Memasukan huruf mati pada satu huruf yang
hidup atau huruf yang dibarisan jadi huruf yang dua menjadi satu huruf bersabdu
Kaidah :
’Membacanya sambil ditasydidan,lidahnya
diangkatkan sekaligus keatas sambil ngaraksa gunnah nun dari idgham ma’al
gunnah,dan tidak perlu ngaraksa
gunnah nun dari idgham bila gunnah.
Huruf Idgham semuanya ada enam (6) yang dikumpulkan pada lafadz
Huruf Idgham semuanya ada enam (6) yang dikumpulkan pada lafadz
(ن, و, ل,م, ر, ي) ----------- يَرْ مَلُوْنَ
Menurut syehk Sulaiman al-jamjuri dalam kitab
tuhfatul athfal.
وَالثَّانِ
اِدْغَامٌ بِسِتَّةٍاَتَتْ فىِيَرْمَلُوْنَ عِنْدَهُمْ قَدْثَبَتَتْ
Keduanya
harus idgham pada enam (6) pada lafadz yarmaluna sudah tetap Idgham terbagi dua
bagian.
1.
Idgham Ma’al Gunnah,
Yaitu
membacanya nun mati dan tanwin jika bertemu dengan Ya', Nun, Mim dan Wau harus
dimasukan pada huruf idgham, sambil memanjangkan suara dari puhu lubang hidung
( harus menggunakan Gunnah dengan memasukkan serta mendengung).
Huruf Idgham Ma’al Gunnah Semuanya ada empat (4) Yaitu :
Yang dikumpilkan pada lafadz: و,م, ن, ي ---baca-- يَنْمُوْ
Bagaimana keterangannya idgham terbagi dua bagian ? menurut penjelasan syehk Sulaiman al-jamjuri dalam kitab tuhfatul .
Bagaimana keterangannya idgham terbagi dua bagian ? menurut penjelasan syehk Sulaiman al-jamjuri dalam kitab tuhfatul .
لَكِنَّهَاقِسْمَانِ
قِسْمٌ يُدْغَمَا فِيْهِ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْعُلِمًا
Tapi
yang enam terbagi dua bagian Idgham Ma’al Gunnah Ya, Nun, Mim, Wau ,
(YANMU) Sebagian.
Yang dimaksud Gunnah adalah : Memanjangkan suara dari puhu lubang hidung.
Apakah setiap Nun Mati dan tanwin Saat menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU) itu harus idgham dan menggunakan Gunnah?
Yang dimaksud Gunnah adalah : Memanjangkan suara dari puhu lubang hidung.
Apakah setiap Nun Mati dan tanwin Saat menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU) itu harus idgham dan menggunakan Gunnah?
Contoh nun mati/
tanwin bertemu huruf ya :
|
|
Contoh
nun mati/
tanwin
bertemu huruf nun :
|
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ
نَاعِمَةٌ
|
Contoh
nun mati /
tanwin
bertemu huruf mim :
|
فِي
إِمَامٍ مُبِينٍ
|
Contoh
nun mati/
tanwin
bertemu huruf wau :
|
غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
|
Tafsilnya
:
Saat
tanwin menghadapi Ya, Nun, Mim, Wau , (YANMU) itu harus idgham dan menggunakan
gunnah Sedangkan untuk nun mati menghadapi YANMU itu tafsil lagi.
Nun
mati menghadapi YANMU pada satu kalimah, terbagi dua bagian.
1. Wajib Idhar.
2. Wajib Idgham.
Yang wajib
idhar itu bilamana Nun Mati menghadapi YA atau WAU pada satu kalimah,
seperti di jelakan sebelumnya pada bab idhar, bahwa kata berikut sebagai
pengecualian dari Idghom yang harus dibaca Idhar Mutlaq,
contonya
seperti lafadz دُنْيَا صِنْوَانٍ
Sebabnya wajib idhar adalah karena takut
tertukar dengan huruf mudlo’af.
اِلاَّ اِذَاكَانَ
بِكِلْمَةٍ فَلاَ تُدْغِمْ كَدُنْيَا ثُمَّ صِنْوَانٍ تَلاَ
Kecuali
kalau nun mati tengah kalimah seperti "dunya" dan "sinwanin" jangan idgham.
Yang wajib
idgham adalah bilamana nun mati menghadapi MIM dan NUN
pada satu kalimah itu wajib idgham serta Gunnah, sedangkan nun mati menghadapi menghadapi Ya,
Nun, Mim, Wau, pada dua kalimah itu
wajib idgham serta menggunakan Gunnah.
2.
Idgham Bila Gunnah :
Membacanya
nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf Ra' dan Lam harus
dimasukan pada Huruf idgham, serta tidak diperbolehkan memanjangkan suara dari
puhu lubang hidung, tegasnya tanpa mendengung. syarat di dalam dua kalimah, dibaca secara Idgham
Bighunnah atau Ma'al Ghunnah kecuali pada dua tempat.
Idgham Bila Gunnah adalah : Bi=dengan, Laa=
Tidak, Ghunnah = Memasukkan, maka bisa
di jabarkan dengan arti memasukkan dengan tidak mendengung. Huruf
yaitu : LAM ( ل ) dan RA
(ر )
وَالثَّانِ
اِدْغَامٌ بِغَيْرِغُنَّةِ فىِاللاَّمِ وَالرَّثُمَّ كَرِّرَنَّهْ
Keduanya Idgham tidak
menggunakan gunnah pada LAM dan RA
contoh : مَنْ لـَّـمْ
man lam di baca mallam
مِنْ رَبِّهِيْمَ min robbihim di baca mirobbihim
Membacanya di idghom tanpa dengan
mendengung dan tidak perlu menahan huruf tasjid tersebut
مِنْ رَبِّهِمْ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ
ب
|



0 comments:
Post a Comment